Ikuti @fauzinesia

MUAMALAH DI LUAR JUAL BELI

enonk eno 2 6/27/2012


MUAMALAH DI LUAR JUAL BELI
A. PINJAM-MEMINJAM DAN SEWA MENYEWA
1. Pinjam-meminjam disebut ‘ariyah artinya meminjam. Pinjam-meminjam menurut istilah syara’ ialah akad berupa pemberian manfaat suatu benda halal dari seseorang kepada orang lain tanpa ada imbalan dengan tidak mengurangi atau merusak benda itu dan dikembalikan setelah diambil manfaatnya.
2. Hukum pinjam-meminjam adalah sunah sebagaimana tolong-menolong yang lain, wajib bila orang yang meminjam itu sangat memerlukannya, dan haram bila untuk mengerjakan perbuatan yang dilarang.
3. Rukun pinjam-meminjam:
a. Yang meminjamkan.
b. Yang meminjam.
c. Barang yang dipinjam.
d. Akad, yaitu ijab dan qabul.
4. Kata ijarah menurut bahasa artinya upah atau sewa. Ijarah atau sewa-menyewa menurut istilah ialah memberikan suatu benda kepada orang lain untuk diambil manfaatnya dengan ketentuan orang yang menerima benda itu memberikan imbalan sebagai bayaran penggunaan manfaat barang yang dipergunakan.
5. Hukum ijarah adalah mubah dan dapat berubah menjadi haram apabila sewa-menyewa itu untuk berbuat maksiat.
6. Rukun sewa menyewa:
a. Yang menyewa.
b. Yang menyewakan.
c. Benda yang disewakan.
d. Upah.
e. Akad.

B. UTANG-PIUTANG, GADAI DAN BORG
1. Utang-piutang disebut ad-dain. Utang-piutang menurut istilah syara’ ialah akad untuk memberikan sesuatu benda yang ada harganya, atau berupa uang dari seseorang kepada orang lain yang memerlukan dengan perjanjian orang yang berutang akan mengembalikannya dalam jumlah yang sama.
2. Orang yang berutang hukumnya mubah (boleh), sedangkan orang yang memberikan pinjaman hukumnya sunah.
3. Gadai menurut istilah syara’ ialah penyerahan suatu benda yang berharga dari seseorang kepada orang lain sebagai penguat atau tanggungan dalam utang-piutang. Borg (atau jaminan) ialah benda yang dijadikan penguat dalam utang-piutang itu.
4. Hukum gadai dan borg ialah sunah bagi yang memberikan utang (menerima borg) dan mubah bagi yang berutang (menyerahkan borg/jaminan).

C. UPAH, HIWALAH, DAN LUQATHAH
1. Upah disebut al-ajru, yaitu suatu pemberian, baik berupa uang atau sesuatu barang dari seseorang kepada orang lain sebagai balas jasa atau ganti tenaga yang dikeluarkan oleh orang yang bekerja untuk kepentingan orang yang member pinjaman.
2. Akad pemberian upah hukumnya mubah.
3. Rukun pemberian upah:
a. Mu’jir dan musta’jir.
b. Ijab Kabul antara mu’jir dan musta’jir.
c. Ujrah, dan
d. Sesuatu yang dikerjakan.
4. Hiwalah ialah suatu perpindahan utang dari orang pertama kepada orang kedua karena orang kedua ini mempunyai utang kepada orang pertama.
5. Rukun hiwalah:
a. Yang berutang (muhil).
b. Yang berpiutang (muhal).
c. Yang mendapat tanggung jawab membayar utang (muhal ‘alaih).
d. Utang muhil kepada muhal, dan
e. Akad, yaitu ijab qabul.
6. Luqathah menurut bahasa artinya barang temuan. Luqathah menurut istilah syara’ ialah barang yang ditemukan di suatu tempat dan tidak diketahui siapa pemiliknya.
7. Hukum luqathah:
a. Wajib bila menurut keyakinan yang menemukan barang, jika tidak diambil akan hilang sia-sia.
b. Sunah bila yang menemukan barang itu sanggup memeliharanya dan sanggup mengumumkannya kepada masyarakat selama satu tahun, dan
c. Makruh bila yang menemukan barang itu tidak percaya kepada dirinya untuk melaksanakan amanah barang temuan itu dan khawatir ia akan khianat terhadap barang itu.
8. Rukun luqathah:
a. Yang menemukan barang, dan
b. Barang yang ditemukan.

ARTIKEL TERKAIT:

2 Ninggal jejak

Post a Comment

Mari kasih komentar, kritik, dan saran. Jangan lupa juga isi buku tamunya. :D

NB: No Porn, No Sara', No women, No cry

Instagram